Konfigurasi Mikrotik PART 1
1. Langkah pertama adalah menginstall software VirtualBox Oracle,
2. buka dan kemudian klik tombol "New" kemudian akan muncul pop up "Create Virtual Machine", lalu isikan Nama, type pilih "Other" dan pada bagian version, pilih "Other/Unknown (64 bit)" setelah itu tentukan memory size (RAM) yang digunakan pada Virtual machine. Pada contoh saya isikan saja "256 Mb" karena sebenarnya, RAM 64 mb saja sudah cukup mumpuni untuk digunakan pada MikroTikOS. Setelah itu pilih tipe Harddisk > "Create a virtual hard disk now" kemudian klik "Create"
3. isikan seberapa besar yang kita inginkan memory harddisk yang akan diinstall pada virtual machine. Sebagai contoh saya isikan saja 1.00 Gb dan pilih tipenya "VMDK", pada bagian storage on physical hard disk pilihlah "Dynamically allocated".
4. edit atau setting virtual machine yang baru saja dibuat.
5. Pada tahapan ini, yang akan dilakukan adalah mengkonfigurasi booting priority agar tidak masuk ke Mikrotikos.iso, tetapi akan langsung diteruskan ke HDD hasil instalasi mikrotik. Untuk itu, klik "Setting" kemudian pilih tab "Storage" dan klik pada pilih Mikrotik.iso (yang berlogo CD) setelah itu klik tombol berlogo Disket dan Minus untuk menghapusnya. Akan muncul pop up untuk menanyakan apakah kita yakin akan menghapusnya, klik saja "Remove" setelah itu klik "OK" dan kita klik "START" untuk memulai masuk ke sistem MikrotikOS
6. Pada gambar diatas akan ada autentifikasi login halaman admin untuk mengkonfigurasi mikrotik. kita isikan "admin" pada username dan dengan password kosong. lanjut saja klik Enter maka akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini
7. konfigurasi ip address dari modem, acces point, kemudian switch. Isikan "interface print" untuk melihat interface dari nama-nama hardware yang tersambung dengan ip mikrotik. Pada defaultnya, nama hardwarenya akan "ether1", "ether2", "ether3". Karena nama itu sangat membingungkan, kita akan merubah nama dari tiap ether / hardware yang tersambung ke mikrotik
8. Gambar diatas adalah cara mengkonfigurasi nama ether yang digunakan. Isikan saja "interface set name=Modem ether1" dari teks itu, diketahui ether yang akan diganti namanya adalah ether1 dan akan digantikan dengan nama Modem. Lakukan lagi tahapan yang baru saja kita terapkan. Untuk ether2 akan kita gantikan dengan "APoint" danether3 akan digantikan dengan "Switch". Jadi, kita ketikan "Interface set name=APoint ether2" dan "interface set name=Switch ether3".
9. Setelah selesai mamberi nama pada perangkat Access Point, Switch dan Modem. Langkah selanjutnya adalah mensetting IP ADDRESS dari tiap-tiap perangkat. Caranya adalah, ketikkan "ip address add interface=Modem address=192.168.0.2/24 netmask=255.255.255.0" kemudian klik enter, itu adalah IP untuk perangkat Modem. Untuk Access Point, prosesnya sama.. hanya saja ubah bagian ".. add interface=Modem" menjadi "..add interface=APoint" dan ip addressnya menjadi "..address=192.168.1.0/24 netmask=255.255.255.0". Jadi jika digabungkan menjadi "ip address add interface=APoint address=192.168.1.0/24 netmask=255.255.255.0" dan yang terakhir adalah setting ip address untuk switch. yaitu "ip address add interface=Switch address=192.168.2.0/24 netmask=255.255.255.0"
2. buka dan kemudian klik tombol "New" kemudian akan muncul pop up "Create Virtual Machine", lalu isikan Nama, type pilih "Other" dan pada bagian version, pilih "Other/Unknown (64 bit)" setelah itu tentukan memory size (RAM) yang digunakan pada Virtual machine. Pada contoh saya isikan saja "256 Mb" karena sebenarnya, RAM 64 mb saja sudah cukup mumpuni untuk digunakan pada MikroTikOS. Setelah itu pilih tipe Harddisk > "Create a virtual hard disk now" kemudian klik "Create"
3. isikan seberapa besar yang kita inginkan memory harddisk yang akan diinstall pada virtual machine. Sebagai contoh saya isikan saja 1.00 Gb dan pilih tipenya "VMDK", pada bagian storage on physical hard disk pilihlah "Dynamically allocated".
4. edit atau setting virtual machine yang baru saja dibuat.
5. Pada tahapan ini, yang akan dilakukan adalah mengkonfigurasi booting priority agar tidak masuk ke Mikrotikos.iso, tetapi akan langsung diteruskan ke HDD hasil instalasi mikrotik. Untuk itu, klik "Setting" kemudian pilih tab "Storage" dan klik pada pilih Mikrotik.iso (yang berlogo CD) setelah itu klik tombol berlogo Disket dan Minus untuk menghapusnya. Akan muncul pop up untuk menanyakan apakah kita yakin akan menghapusnya, klik saja "Remove" setelah itu klik "OK" dan kita klik "START" untuk memulai masuk ke sistem MikrotikOS
6. Pada gambar diatas akan ada autentifikasi login halaman admin untuk mengkonfigurasi mikrotik. kita isikan "admin" pada username dan dengan password kosong. lanjut saja klik Enter maka akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini
7. konfigurasi ip address dari modem, acces point, kemudian switch. Isikan "interface print" untuk melihat interface dari nama-nama hardware yang tersambung dengan ip mikrotik. Pada defaultnya, nama hardwarenya akan "ether1", "ether2", "ether3". Karena nama itu sangat membingungkan, kita akan merubah nama dari tiap ether / hardware yang tersambung ke mikrotik
8. Gambar diatas adalah cara mengkonfigurasi nama ether yang digunakan. Isikan saja "interface set name=Modem ether1" dari teks itu, diketahui ether yang akan diganti namanya adalah ether1 dan akan digantikan dengan nama Modem. Lakukan lagi tahapan yang baru saja kita terapkan. Untuk ether2 akan kita gantikan dengan "APoint" danether3 akan digantikan dengan "Switch". Jadi, kita ketikan "Interface set name=APoint ether2" dan "interface set name=Switch ether3".
9. Setelah selesai mamberi nama pada perangkat Access Point, Switch dan Modem. Langkah selanjutnya adalah mensetting IP ADDRESS dari tiap-tiap perangkat. Caranya adalah, ketikkan "ip address add interface=Modem address=192.168.0.2/24 netmask=255.255.255.0" kemudian klik enter, itu adalah IP untuk perangkat Modem. Untuk Access Point, prosesnya sama.. hanya saja ubah bagian ".. add interface=Modem" menjadi "..add interface=APoint" dan ip addressnya menjadi "..address=192.168.1.0/24 netmask=255.255.255.0". Jadi jika digabungkan menjadi "ip address add interface=APoint address=192.168.1.0/24 netmask=255.255.255.0" dan yang terakhir adalah setting ip address untuk switch. yaitu "ip address add interface=Switch address=192.168.2.0/24 netmask=255.255.255.0"
Komentar
Posting Komentar